jump to navigation

Pendekatan Hukum untuk Keamanan Dunia Maya di Indonesia January 3, 2010

Posted by Yanuarto in Keamanan, Komputer, Umum.
trackback

Pada artikel sebelumnya Pengaruh Internet untuk Kehidupan Sehari-hari, telah ane bahas mengenai aspek positif dan negatif internet bagi kehidupan manusia. Kali ini ane akan membahas mengenai pendekatan hukumnya dalam menanggulangi bentuk kejahatan elektronik aka Cybercrime di Indonesia.

Perkembangan internet selain membawa kemajuan yang positif terhadap penggunanya akan informasi ternyata juga berbanding lurus dengan perkembangan kejahatannya. Teknik-teknik kejahatannya semakin canggih dan terus berkembang. Pemanfaatan TI yang berhubungan dengan layanan kepentingan umum, Perusahaan, maupun Lembaga-lembaga profit dan Non Profit bila infrastruktur atau data-data didalamnya dirusak tentunya akan menyusahkan banyak pihak dan merugikan baik dari sisi materiil maupun imateriil. Karena itu diperlukan payung hukum yang bisa menindak pelaku cybercrime dan bisa melindungi pengguna / pelaku TI khususnya di Indonesia yang prosentase pengguna internetnya cukut tinggi peningkatannya dari tahun ke tahun.

Bentuk-bentuk kejahatan dunia maya yang sering terjadi dan tertinggi di Indonesia menurut Roy Suryo sebagai salah satu perancang UU ITE adalah 1. Pencurian Kartu Kredit; 2. Memasuki, Memodifikasi atau Merusak Homepage; 3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.

Sumber : http://www.theceli.com/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=171&Itemed=27

1.  Pencurian Nomor Kartu Kredit (Carding)

Pencurian kartu kredit atau Carding merupakan cybercrime yang terbesar di Indonesia. Modus biasanya pelaku memesan barang di Internet dan membayarnya dengan menyalah gunakan kartu kredit milik orang lain.

2.  Memasuki, Memodifikasi atau Merusak Homepage (Deface)

Kasus yang terheboh adalah Dani Firmansyah aka XNUXER berhasil memanipulasi situs KPU dengan teknnik SQL Injection. Teknik ini menurut ane biasa saja, tetapi sangat ampuh untuk mendeface situs-situs yang rawan keamanannya. Belum lama Situs Dephub, Depkominfo, dan POLRI dideface dalam waktu bersamaan oleh cracker yang ternyata berdomisili di Batam dengan mengubah halaman depan situs itu dengan foto manipulasi Pakar Telematika yang sekarang menjadi anggota DPR dari Partai Demokrat itu. J

3. Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.

Modus yang sering terjadi adalah mengirim virus melalui email. Kita tentu tidak kaget lagi dengan virus-virus lokal seperti Brontok, Riani Jangkaru, My Love Kangen dll. Berikut ini kutipan dari Yohanes Nugroho yohanes@gmail.com pengajar di Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika Bandung.

“Brontok melakukan koneksi SMTP langsung ketika mengirim email, tapi tidak menggunakan MX record (Mail eXchanger Record) DNS suatu domain. Jika Brontok mengirim ke alamat @yahoo.com, dia akan mencoba memakai SMTP server mta237.mail.re2.yahoo.com, sedangkan jika ke domain lain Brontok mencari MX/Server SMTP dengan menambah prefix smtp., mail. atau ns1. pada domain mail.”

(Sumber : http://www.compactbyte.com/brontok/analisisbrontok-v1.0.html)

Sebagai solusi atas meningkatnya frekuensi dan kualitas kejahatan di dunia maya, pada tanggal 25 Maret 2008 DPR telah mengesahkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang impactnya menurut ane sedikit banyak memberikan rasa aman, dan adanya kepastian hukum bagi pengguna TI. Di dalam UU ITE terdapat penjelasan-penjelasan mengenai apa saja tindakan-tindakan yang digolongkan dalam kejahatan dunia maya  beserta sangsi atau ketentuan pidananya. Misal si fulan menghack jaringan perusahaan ABC untuk mencuri datanya, Setelah Perusahaan ABC memeriksa rekaman (Log) pengakses sistem jaringan, dan diketemukan serta diteruskan ke penyidik kepolisian dan kejaksaan. Setelah diTrace dan diketahui bahwa yang mengakses seta mencuri data pelakunya adalah si Fulan.maka tindakan si Fulan ini telah melanggaran UU ITE pasal 30 ayat 3, dengan hukuman penjara 7 tahun atau membayar denda Rp. 700.000.000. sesuai dengan aturan  pidana di UU ITE pasal 46 ayat 2.

Pasal 30

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

Pasal 46

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).

Tentunya setelah disahkannya UU ITE, pelaku kejahatan dunia maya mesti berpikir ribuan kali. Jangan sampe karena tindakan kejahatan yang waktunya kurang dari 1 jam, Jerat hukumannya bisa tahunan.

Comments»

1. khbaksbk - April 10, 2010

konbyan

Yanuarto - April 10, 2010

Apa kabar Ibam..??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: